Skip to content

Apa itu hidup?

Image

Hidup itu makan. Hidup itu minum. Hidup itu bergerak. Hidup itu berkembangbiak. Hidup itu sendiri. Hidup itu berdua. Hidup itu berkelompok. Hidup itu mencintai. Hidup itu kebahagiaan. Hidup itu kesengsaraan. Hidup itu sederhana. Hidup itu Berjudi. Hidup itu sementara. Hidup itu menentukan akhirat (kalau dunia akhirat itu tidak ada, bagaimana?)

Apa itu surga? Apa itu cinta? Apa itu makan? Apa itu Hidup?

Apa yang ditawarkan agama? Kenikmatan

Apa yang ditawarkan cinta? Kenikmatan

Apa yang ditawarkan hidup? Kenikmatan

Apa yang ditawarkan hidup? Pilihan

Pilihan untuk apa? pilihan untuk memilih kenikmatan yang mana yang akan kita miliki.

Tidak ada yang namanya kesengsaraan. Kesengsaraan hanyalah sebuah keadaan dimana kita tidak memiliki kenikmatan di suatu bidang, karena kita telah memiliki kenikmatan di bidang lainnya.

Jika anda punya uang, maka akan muncul banyak pilihan kenikmatan yang dapat anda milliki, mau beli mobil, atau mau berbisnis. Jika anda membeli mobil, maka anda akan sengsara di bisnis

Dan jika anda berbisnis, maka anda akan merasa sengsara karena tidak punya mobil hari ini.

Sebagian besar orang mungkin berpendapat, berbisnis lebih menguntungkan. Memang !

Tetapi kenikmatan berbisnis tidak bisa dipetik sekarang juga. Apa yang dihemat oleh orang yang membeli mobil ialah WAKTU. Apapun pilihan anda, itu sama saja, tidak ada yang lebih menguntungkan, tidak ada yang lebih merugikan. Semua dalam kondisi seimbang,

senang sekarang susah kemudian

susah sekarang senang kemudian

Apa bedanya? sama-sama pernah susah dan senang bukan?

Pilihlah apa yang anda inginkan karena dunia selalu adil, dunia selalu seimbang.

Pilihlah kenikmatan mana yang ingin anda miliki.

Karena hidup adalah memilki. Ketika anda tidak memiliki, saat itulah anda mati.

(Jemika Negara, diambil dari sudut pandang avidyā / ketidaktahuan)

Belajar Lagi Lagi dan Lagi

Belajar
Lagi lagi belajar, setiap hari harus baca buku, setiap hari harus mencapai nilai maksimal. Supaya pintar katanya. Kalau tidak ada yang sesuai dengan yang dibaca, ya jelas salah. Sedikit saja berpindah makna maka akan salah. Kita tidak boleh salah, kita tidak boleh bodoh katanya, supaya kita tidak miskin katanya. Kita harus jadi manusia cerdas, belajar semaksimal mungkin supaya pintar, tapi kalau hasilnya tidak sesuai, ya percuma belajar.

Sudah lebih dari 16 tahun saya melewati masa belajar dan baru menyadarinya sekarang, belajar yang baik adalah belajar yang menghasilkan anak yang bodoh. Kata anak bodoh bagi teman-teman boleh saja diartikan negatif, tetapi bagi saya itu positif. Kenapa begitu? karena belajar adalah sebuah proses, proses apa? tentu saja proses meniru.

Ketika seorang anak meniru dan menghasilkan sesuatu yang sama persis dengan contohnya, apakah artinya? Ya, anak itu pintar. Pintar meniru. Anak pintar tidak punya kemampuan untuk membuat sesuatu yang berbeda, anak pintar hanya mampu meniru, Mendidik anak untuk menjadi pintar bagi saya adalah suatu kesalahan fatal. Dimana anak sama sekali tidak boleh melakukan kesalahan, tidak boleh sedikitpun melakukan hal yang berbeda. Ketika beranjak remaja dan dewasa, ia akan terbiasa menjadi peniru seumur hidupnya, menjadi pengikut para anak bodoh yang tidak pernah bisa meniru, anak bodoh yang selalu membuat hal baru. Karena itulah saya beruntung telah dibiarkan menjadi anak bodoh.

Biar dia jadi bodoh, biarkan dia menjadikan dirinya, biarkan dia melawan, biarkan dia berbeda, karena yang bodoh yang akan merubah sesuatu, yang pintar bisa apa?

Download Free Software Full Version

Untuk kali ini saya pending dulu tulisan yang berisi opini opini subjektif dari otak saya. Saya ingin memberikan sebuah informasi tentang berdirinya sebuah blog baru dengan ukuran minimalis yang berhasil saya bangun untuk memenuhi kebutuhan para netter Indonesia agar bisa lebih mudah dalam mendownload software gratisan sampai software berbayar sekalipun yang dilengkapi dengan crack, patch, keygen atau aplikasi tambahan semacamnya yang bisa merubah software berbayar bisa digunakan secara gratis atau software yang sifatnya trial bisa diubah menjadi software yang professional.

Memang awal-awal saya masih menaruh sedikit artikel mengenai software meskipun sudah banyak yang diupload. Hal ini agar tidak terkena ban oleh google seperti yang terjadi pada blog saya yang lama yang tidak mau saya sebutkan alamat blognya. Jadi saya putuskan untuk melakukan update postingan perlahan-lahan untuk sementara waktu. Disini juga akan disediakan berbagai jenis game PC , film, dan software-software lainnya yang kiranya bisa menarik pengunjung.

Bila sudah tidak sabar silahkan langsung kunjungi http://jemikanegara.blogspot.com , nikmati berbagai software berkualitas dan bermanfaat secara cuma-cuma tanpa biaya sepeserpun. Disertai pula tutorial penggunaan crack, patch, atau keygen atau yang sejenisnya untuk membantu para newbie yang masih awam dalam penggunaan software.

Hukum, Tak Akan Pernah Bisa Seimbang

Orang selalu bilang hukum kita masih belum bisa adil, belum bisa seimbang. Orang selalu berharap agar hukum kita bisa menyetarakan semua lapisan masyarakat. Tidak pandang bulu dan tidak pandang kantong. Orang selalu protes setiap ada sebuah kebijakan yang menurutnya tidak adil, tetapi ada juga yang mendukung kebijakan tersebut.

Seperti yang telah saya katakan sebelumnya pada artikel “Subjektifitas, Sang Penguasa Sesungguhnya” bahwa subjektifitas punya peranan penting dalam interaksi antar manusia. Bahwa subjektifitas tidak hanya sekedar opini belaka. Subjektifitaslah yang membuat semuanya bisa berubah dalam hitungan detik. Tidak ada yang lebih berkuasa daripada subjektifitas.

Tidak terkecuali dengan yang namanya hukum. Semua hukuman yang diberikan kepada seorang pelaku pencurian tidak akan sama hukumannya dengan pelaku pencurian lainnya. Semua ditimbang dari banyak faktor. Karena manusia punya subjektifitas yang sifatnya manusiawi. Hukum tidak akan pernah tegak 100%, pasti akan ada lebih dan kurangnya. Objektif itu tidak lebih daripada omong kosong, karena semua manusia itu subjektif. Hanya saja ada subjektif yang positif dan ada yang negatif.

Subjektif yang positif adalah subjektif yang sesuai dengan hati nurani. Sedangkan subjektif yang negatif adalah subjektif yang sesuai dengan keadaan kantong. Bila subjektif negatif mendominasi, maka terjadilah keterlambatan Ujian Nasional 2013 karena pejabat butuh komisi dari perusahaan percetakan yang menang tender tersebut meskipun menawarkan dengan harga yang paling mahal😀

Subjektifitas, Sang Penguasa Sesungguhnya

Banyak orang memiliki kepentingan berbeda, tingkah laku berbeda, dan hobi yang berbeda. Semua kompleksitas tersebut tidak bisa kita cari alasannya secara kasat mata. Butuh waktu dan pemikiran mendalam untuk menentukan penyebab mengapa hampir semua hal yang ada di dunia ini bisa memiliki banyak perbedaan.

Perbedaan bukanlah berasal dari orang lain, melainkan diri sendiri. Tidak ada observasi yang murni hasilnya, karena sang peneliti pasti memiliki pengaruh yang kuat di dalamnya. Itulah yang menyebabkan hasil penelitian sering mengalami perbedaan meskipun memiliki variabel yang sama dan metode yang sama pula.

Tidak ada yang pernah sadar akan kekuatan subjektifitas, ada yang memainkan nama alam, ada pula yang menggunakan kekuatan gaib sebagai sandarannya berpendapat. Konflik pun terjadi karena perbedaan kepentingan. Perbedaan kepentingan ada karena perbedaan kebutuhan pastinya.

Saya sebagai manusia yang selalu berfikir secara subjektif sendiri tidak bisa memastikan apakah artikel ini membuat subjektifitas anda membuat sikap setuju atau sebaliknya. Karena semua manusia digerakkan oleh subjektifitasnya masing-masing, yang mana subjektifitas itu dipengaruhi oleh lingkungan sekitar.

Kalau tidak mengerti dengan apa yang saya katakan di atas lupakan saja, tidak perlu dipusingkan karena ini adalah hasil dari subjektifitas saya😀

Ujian Nasional 2013 Ditunda, Mencurigakan

Ujian Nasional

Penyebab Diundurnya Ujian Nasional

Meskipun saya tidak mempersiapkan diri samasekali untuk menghadapi Ujian Nasional, tetap saja berita ini membuat saya lumayan kaget. Padahal Ujian Nasional 2013 itu merupakan ujian akhir yang paling penting dibandingkan dengan ujian-ujian lainnya. Ribuan murid dibuat tegang selama berbulan-bulan. Mereka pusing dan sangat sibuk mempersiapkan diri hanya untuk 4 hari yang paling menentukan ini. Saya tahu, antara lega dan kecewa pasti ada di benak teman-teman saya yang begitu keras belajar agar lulus ujian.

Yang menjadi masalah adalah, bagaimana bisa Ujian Nasional 2013 yang sebegitu pentingnya bisa mengalami kesalahan pencetekan? apakah karena rencana 20 paket disertai barcode yang terlalu terburu-buru diterapkan? Dilihat dari tahun-tahun sebelumnya nampaknya ini disebabkan karena penambahan paket yang terlalu revolusioner. Sangat cepat sampai membuat murid-murid terguncang takut tidak lulus. Tetapi apa mungkin pemerintah mengeluarkan aturan yang revolusioner ini tanpa adanya persiapan? Mustahil menurut saya, semua pasti sudah diatur secara tepat dan mestinya teroganisir dengan baik.

Menurut pendapat saya, kemungkinan terbesar penyebabnya adalah kebudayaan kita. Jangan salah tanggap, yang saya maksud sebagai kebudayaan disini adalah kebiasaan buruk bangsa kita yang tidak ada matinya. Di semua lapisan masyarakat kebiasaan suap dan korupsi bukan lagi hal yang memalukan. Semua bangga menjadi orang kaya dengan hasil korupsi, termasuk juga saya jika bisa. Sebuah rencana besar yang diatur dengan baik mustahil bisa gagal kalau manajemennya baik. Mungkin saja manajemennya menerima uang untuk membocorkan kunci jawaban atau semacamnnya, saya tidak tahu, saya hanya bisa berspekulasi. Tetapi satu hal yang saya tahu bahwa KORUPSI tidak akan hilang di bidang apapun, termasuk di bidang percetakan dan distribusi Soal Ujian Nasional 2013. Semoga anda paham dengan apa yang saya katakan, maaf kalau sedikit muter-muter karena saya ingin membuat artikel ini bermutu di mata Google. Sekian terima kasih.

Mistisme Indonesia, Penghambat Utama Kemajuan

Artikel ini dilatarbelakangi oleh kasus eyang subur yang sedang heboh di media massa. Yang menurut saya telah menjadi cerminan bangsa Indonesia. Kebanyakan orang bilang Indonesia itu mundur karena hilangnya jati diri bangsa. Sebenarnya itu salah besar menurut saya. Jati diri bangsa Indonesia memang seperti ini, jati diri kita ada bangsa peniru dan bangsa yang terlalu terikat oleh pemikiran mistis yang super kolot.

Kita sudah tertinggal jauh oleh bangsa barat. Mereka sudah bicara mengenai rekayasa genetika, sedangkan kita masih bercokol pada topik-topik kuno yang bersifat mistis. Dunia memang terikat hukum alam, tetapi semua bisa kita rekayasa. Kita punya otak sebaiknya digunakan untuk membuat sesuatu yang lebih baik, bukan membiarkan otak kita hanya menjadi budak atau pengikut. Jadilah pemimpin, minimal untuk diri anda sendiri.

Sadarlah bahwa percaya kepada setan dan semacamnya adalah tolol. Sekalipun anda merasa pernah melihat hantu atau setan atau jin, selama tidak bisa dibuktikan secara sains atau ilmiah, maka hal tersebut hanyalah sebuah ilusi akibat aktifnya beberapa zat pada otak yang berfungsi sebagai pembuat ilusi. Zat-zat tersebut akan aktif apabila kita berada pada tempat yang gelap, itulah sebabnya mengapa hantu hanya dilihat pada saat malam hari atau di goa-goa.

Kembali ke eyang subur, menurut saya orang ini tidaklah penting, bahkan kalau orang ini ditaruh di negara maju pasti ditertawakan. Tetapi nampaknya media kita masih terikat oleh mistisme yang menyesatkan, atau mungkin mereka rasional tetapi hanya ingin meraup keuntungan dari berita tersebut. Karena mereka tahu, rakyat Indonesia masih terlalu bodoh untuk memahami berita yang berbobot, rakyat kita senangnya dengan gosip dan hal-hal yang tidak masuk di akal.

Sekarang terserah pada anda, apakah ingin menjadi pemimpin untuk diri anda sendiri sebagai inovator yang rasional atau tetap ingin tersendat di dunia pengikut yang hobi membicarakan hal-hal yang diluar rasionalitas.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.